Langsung ke konten utama

KORUPSI,, AKAR YANG BERAKAR

_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____
Postingan ini saya buat dengan pendapat saya sendiri, dengan menambahkan sedikit fakta-fakta dari sumber yang meyakinkan.
_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____

     Bisa kita lihat sekarang ini banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum masyarakat ataupun yang sangat disorot adalah oknum pemerintah. Ya tidak salah lagi pelanggaran itu adalah tindakan melakukan KORUPSI.
     Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Namun di Indonesia kebanyakan yang terlihat adalah korupsi yang berkaitan dengan uang.

     Korupsi yang terjadi di Indonesia bila dilihat ke dalam lagi sebenernya memiliki akar atau kaitan yaitu adanya KOLUSI dan NEPOTISME. Dengan melakukan kolusi dan nepotisme, dapat dipastikan korupsi juga akan dilakukan. Tindakan ini pun bisa dikatan adalah rahasia umum.
     Banyak yang menginginkan korupsi agar dibasmi atau bahkan di hanguskan. Tapi apakah yang berkata/menginginkan korupsi tidak ada itu tidak pernah melakukan korupsi????? Bisa saya katakan, pasti pernah melakukan korupsi. Entah itu dari nominal yang sangat kecil atau sangat besar.
    Di Indonesia sudah banyak hukum yang dibuat untuk membrantas korupsi dan juga dengan dibuatnya KPK. Ada pula yang berpendapat, "jika kualitas hidup masyarakat ditingkatkan, maka korupsi akan berkurang". Namun apa korupsi semakin berkurang? Bisa ya, juga bisa tidak. Karena, biasanya masayarkat Indonesia itu memiliki grafik yang berbanding lurus antara penghasilan dengan pengeluaran atau bahkan lebih besar pengeluarannya. Oleh sebab itu, banyak yang mencari cara agar mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dengan cara yang tidak baik.
    Pola pikir masyarakat Indonesia tampaknya memang sangat mudah tergiur untuk melakukan korupsi. Pemerintah sebenernya sudah mencoba untuk menekan angka kriminal dalam melakukan korupsi. Tapi tetap saja sama. Yang harus dirubah sebenarnya adalah mainset kita sendiri dalam menyikapi setiap tindakan yang kita lakukan. Dengan menolak mekukan korupsi, maka orang-orang disekitar kita juga tiddak akan melakukannya. Karena korupsi biasanya tidak dilakukan oleh hanya satu orang.

_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 2 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Perubahan Budaya = Penggabungan Budaya???             Sekarang ini bukan lah zaman tradisional lagi, melainkan zaman modern. Yang memudahkan budaya-budaya dari luar masuk tanpa kita sadari. Era ini disebut dengan era globalisasi. Tanpa kita sadari, budaya-budaya luar tersebut sudah merambah dalam pola pikir kita sekarang ini. Sebagai contoh, kita sebagai bangsa Indonesia berlandaskan Pancasila yang menekankan gotong rorong dan bermusyawarah. Namun, sekarang ini kita jarang sekali melihat warga yang bekerja secara gotong royong, mereka menjadi individualis dengan pekerjaan dan kesibukan mereka masing-masing. Dan sekarang pun bila ada masalah yang dihadapi, penyelesaiannya bukan bermusyawarah dengan mengambil jalan tengah, melainkan secara voting suara terbanyak. Itu sedikit pembuktian bahwa budaya-budaya luar telah masuk ke dalam pikiran kita.            Perubahan-perubahan budaya yang terjadi sekarang ini mungkinkah...

Tulisan 5 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Budaya Politik   Budaya politik   merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya . Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. Secara umum budaya politik terbagi atas tiga : 1.    Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh, dan pasif) 2.    Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi) 3.    Budaya politik partisipatif (aktif) BUDAYA POLITIK PAROKIAL Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di kata kan Parokial apabila frekuensi o...