Langsung ke konten utama

Tulisan 2 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Perubahan Budaya = Penggabungan Budaya???
 
          Sekarang ini bukan lah zaman tradisional lagi, melainkan zaman modern. Yang memudahkan budaya-budaya dari luar masuk tanpa kita sadari. Era ini disebut dengan era globalisasi. Tanpa kita sadari, budaya-budaya luar tersebut sudah merambah dalam pola pikir kita sekarang ini. Sebagai contoh, kita sebagai bangsa Indonesia berlandaskan Pancasila yang menekankan gotong rorong dan bermusyawarah. Namun, sekarang ini kita jarang sekali melihat warga yang bekerja secara gotong royong, mereka menjadi individualis dengan pekerjaan dan kesibukan mereka masing-masing. Dan sekarang pun bila ada masalah yang dihadapi, penyelesaiannya bukan bermusyawarah dengan mengambil jalan tengah, melainkan secara voting suara terbanyak. Itu sedikit pembuktian bahwa budaya-budaya luar telah masuk ke dalam pikiran kita.

           Perubahan-perubahan budaya yang terjadi sekarang ini mungkinkah dapat menyatu dengan budaya yang telah ada sejak dahulu?? Itu bisa saja terjadi. Kenapa bisa terjadi, karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang akan saling berkomunikasi dengan manusia lainnya. Dengan begitu manusia akan menyerap kebiasaan orang-orang yang ada disekitarnya. Bantuan teknologi pun memudahkan penyatuan budaya meskipun lintas benua.

          Contoh positifnya adalah budaya timur yang sangat erat dengan agamanya, dan penyimpanan uang di dalam suatu lembaga(bank) pertama kali dilakukan di barat khususnya Inggris. Dan akhirnya, sekarang banyak bank yang berlandaskan syariah. 
          Disamping ada positifnya, penyatuan budaya pun pastinya memiliki dampak negatifnya. Contohnya, masyarakat barat(khususnya wanita) terbiasa menggunakan pakaian yang minim ataupun ketat. Dibantu era globalisasi, budaya tersebut lama-kelamaan seperti terserap oleh masyarakat timur. Yang dulunya terbiasa dengan berpakaian sopan dan tertutup, sekarang menjadi tidak risih dengan menggunakan pakaian seperti masyarakat barat.

Lalu mana yang akan kita pilih?? Menutup diri untuk mengikuti perkembangan /perubahan budaya atau mengikuti hal tersebut? Perubahan budaya tidak mungkin dapat kita hindari. Jadi, sebaiknya dapat melihat, mendengar dan memilih mana budaya yang dapat menjadikan kita manusia yang baik.......
___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---___---__---___---___---___---___---__
Sumber tulisan:
Pemikirian sendiri

Sumber gambar:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KORUPSI,, AKAR YANG BERAKAR

_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____ Postingan ini saya buat dengan pendapat saya sendiri, dengan menambahkan sedikit fakta-fakta dari sumber yang meyakinkan. _____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____      Bisa kita lihat sekarang ini banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum masyarakat ataupun yang sangat disorot adalah oknum pemerintah. Ya tidak salah lagi pelanggaran itu adalah tindakan melakukan KORUPSI .      Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Namun di Indonesia kebanyakan yang terlihat adalah korupsi yang berkaitan dengan uang.      Korupsi yang t...

Tulisan 5 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Budaya Politik   Budaya politik   merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya . Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. Secara umum budaya politik terbagi atas tiga : 1.    Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh, dan pasif) 2.    Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi) 3.    Budaya politik partisipatif (aktif) BUDAYA POLITIK PAROKIAL Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di kata kan Parokial apabila frekuensi o...