_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____
Jakarta adalah kota metropolitan. Itu tidak terlepas dari perdikat kota Jakarta yang menjadi Ibu Kota Negara Indonesia. Gedung-gedung bertingkat seiring waktu menjadi semakin banyak dan semakin tinggi. Kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh penduduknya yang semakin banyak.
Yang paling disorot dari kota yang bernama Jakarta selain sebagai ibu kota negara adalah kemacetan, banjir, dan kriminalitas. Semua itu ada, lalu bagaimana tanggapannya?? Apakah ada solusi???

Postingan ini saya buat dengan pendapat saya sendiri, dengan menambahkan sedikit fakta-fakta dari sumber yang meyakinkan.
_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____
Jakarta adalah kota metropolitan. Itu tidak terlepas dari perdikat kota Jakarta yang menjadi Ibu Kota Negara Indonesia. Gedung-gedung bertingkat seiring waktu menjadi semakin banyak dan semakin tinggi. Kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh penduduknya yang semakin banyak.
Yang paling disorot dari kota yang bernama Jakarta selain sebagai ibu kota negara adalah kemacetan, banjir, dan kriminalitas. Semua itu ada, lalu bagaimana tanggapannya?? Apakah ada solusi???
Coba kita analisa dan telaah apa yang salah dari Jakarta ini!!!
Jakarta yang menjadi ibu kota negara harusnya menjadi contoh bagi kota-kota lain yang ada di Indonesia. Namun apa yang ada dan terlihat tidak lah harusnya di contoh.
Kota ini semakin tahun akan semkain penuh penduduknya karena adanya perpindahan penduduk dari kota-kota kecil yang merasa akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik jika di Jakarta. Entah itu orang-orang yang memamng mamu bersaing di kota besar metropolitan atau hanya orang-orang yang mencoba peruntungannya saja. Kedua jenis orang tersebut sebenarnya sama saja, yaitu sama-sama membuat Jakarta menjadi semakin penuh saja.
Orang yang mampu bersaing di Jakarta besar kemungkinan akan menggunakan kendaraan pribadi entah itu motor atau mobil dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari di jalanan. Pastikan akan menambah jumlah kendaraan bermotor yang grasak-grusuk di jalan dan juga akan menambah akan kemacetan di Jakarta.
Nah, orang-orang yang hanya mencoba peruntungan di Jakarta dengan menggunakan modal seadaanya ini yang sebenarnya menjadi beban pemerintah DKI Jakarta. Mereka yang peruntungannya lebih baik pasti akan sama seperti orang yang yang di atas. Namun, bila perunntungan mereka buruk, apa yang terjadi?? Mereka akan menjadi gelandangan, pengemis atau yang lebih parah menjadi pelaku kriminalitas untuk mengisi perut mereka sehari-hari.
Orang yang memiliki kemampuan dalam bersaing pastinya akan bekerja di gedung-gedung bertingkat. Semakin banyak yang mampu bersaing pastilah membutuhkan tempat yang lebih besar pula. Dengan begitu, makan akan dibangun gedung-gedung yang baru. Lahan-lahan kosong yang seharusnya digunakan sebagai lahan hijau lambat laun akan menjadi beton bertingkat. Resapan air akan berkurang dan ujung-ujungnya akan menjadi banjir.
Lalu kelompok penduduk yang lainnya?? Mereka pasti akan tinggal terlantar di pinggir jalan atau di bawah kolong jembatan. Malah yang lebih parah mereka tinggal di sepanjang pinggir kali/sungai. Ini sudah dipastikan akan menimbulkan banjir.
Lalu apa ada solusinya??
Dari pembahasan yang saya buat diatas mungkin bisa diambil kesimpulan. "Sebaiknya pemerintah menekan penduduk yang akan pindah ke Jakarta. Jangan memudahkan penduduk dari kota lain menetap di Jakarta. Dengan pengurangan jumlah penduduk yang masuk, maka tata lingkungan Jakarta diharapkan akan semakin mudah dan bisa menjadi lebih baik"
Komentar
Posting Komentar