Langsung ke konten utama

Tugas 1 Teori Organisasi Umum

Tugas
Teori Organisasi Umum
ke-1
 DI SUSUN OLEH:
ERBA AFIDOTAMA
12113913
2KA21
I.      Pengertian Organisasi

Organisasi merupakan sekumpulan orang yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Dengan kata lain, orang-orang tersebut bekerja sama untuk menjalin hubungan kerja sama dengan berlandaskan visi misi yang sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Organisasi yang baik dan layak seharusnya bermanfaat untuk anggota, masyarakat, dan lingkungan di sekitarnya sehingga organisasi tersebut dapat mempertahankan kelangsungan organisasi mereka.



II.    Organisasi, Manajamen dan Tata Kerja
Sebelumnya kita telah mengetahui apa itu organisasi. Di dalam organisasi, kita harus mengatur segala sesuatu yang ada di dalam organisasi tersebut. Entah itu manusia, cara kerja dan waktu. Atau bias disebut juga Manajemen.


a)    Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno, yaitu management yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dalam arti umum, Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, upaya, dan pengaturan sumber daya secara efektif dan efisien dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada.

b)   Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Hubungan Antara Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
a.     Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
b.     Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tat kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

C.     Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja


Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
·  Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
· Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
· Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.

III.  Ciri-ciri Organisasi
Ciri-ciri pada Organisasi :
1. Mempunyai Tujuan dan Sasaran untuk dicapai dalam Organisasi.
2. Mempunyai aturan yang harus ditaati oleh anggota dari Organisasi tersebut.
3. Mempunyai pembagian kerja atau bisa disebut juga kerjasama.
4. Ada yang mengkoordinasi tugas dan wewenang.


IV. Unsur-Unsur Organisasi
Organisasi memiliki unsur-unsur tertentu, yaitu :
  • Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama, artinya : Organisasi merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.
  • Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang, artinya : Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.
  • Jelas tugas kedudukannya masing-masing, artinya : Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.
  • Ada tujuan tertentu, artinya : Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik.

V.   Teori Organisasi
a.    Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
b.    Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut
c.     Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :
·       Pembagian kerja (division of work)
·       Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
·       Disiplin (discipline)
·       Kesatuan perintah (unity of command)
·       Kesatuan pengarahan (unity of direction)
·       Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
·       Balas jasa (remuneration of personnel)
·       Sentralisasi (centralization)
·       Rantai scalar (scalar chain)
·       Aturan (oreder)
·       Keadilan (equity)
·       Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
·       Inisiatif (initiative)
·       Semangat korps (spirit de corps)





VI. Macam-Macam Organisasi
Organisasi Niaga:
Tujuanya adalah mencari keuntungan

1.    Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.
Ciri-ciri dan sifat PT :
– Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
– Modal dan ukuran perusahaan besar
– Kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
– Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
– Kepemilikan mudah berpindah tangan
– Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
– Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
– Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
– Sulit untuk membubarkan pt
– Pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden

2.    Perseroan Komanditer (CV)
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
Ciri-ciri dan sifat CV :
– sulit untuk menarik modal yang telah disetor
– modal besar karena didirikan banyak pihak
– mudah mendapatkan kridit pinjaman
– ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
– relatif mudah untuk didirikan
– kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu

3.    Firma (FA)
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
Ciri-ciri dan sifat Firma :
– Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
– Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
– Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang  lainnya.
– keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
– seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
– pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
– mudah memperoleh kredit usaha

4.    Koperasi
Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
a. Fungsi Koperasi
1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
b. Peran dan Tugas Koperasi
1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada

5.    Join venture
Joint Venture adalah kerjasama diantara dua orang atau badan usaha atau lebih untuk mengusahakan tertentu. Pimpinan usaha Joint Venture disebut ”managing partner” yang mempunyai kewajiban menyelenggarakan pembukuan dan menyajikan laporan keuangan.

6.    Holding Company
Holding Company adalah Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Penggabungan badan usaha dalam bentuk Holding Company pada umumnya merupakan cara yang dianggap lebih menguntungkan, dibanding dengan cara memperluas perusahaan dengan cara ekpansi investasi.

7.    Trust
Trust adalah gabungan dari beberapa perusahaan agar lebih kuat dari yang sebelumnya.

8.    Kartel
Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal.


Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
a. Jalur Keagamaan
b. Jalur Profesi
c. Jalur Kepemudaan
d. Jalur Kemahasiswaan
e. Jalur Kepartaian & Kekaryaan

Ciri-ciri Organisasi Sosial:
1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.


Organisasi regional dan internasional
Organisasi regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Contohnya : ASEAN, OAU, GCC, EC, SAARC, dsb.
Organisasi internasional adalah suatu bentuk dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yang juga merupakan isi dari perjanjian atau charter. PBB juga merupakan organisasi internasional yang memiliki tujuan utama dalam perjanjian Atlantic Charter.
Berikut merupakan pengelompokkan organisasi internasional:
A.Kegiatan Administrasi
·       Organisasi Internasional Antar Pemerintah (Inter-Govermental Organization) yang lazim disingkat IGO.
Contoh : PBB, ASEAN, SAARC, OAU, NAM, dls.
·      Organisasi Internasional Non-Pemerintah (Non-Govermental Organization) yang lazim disingkat NGO.
Contoh : IBF, ICC, Dewan Masjid Sedunia, Dewan Gereja Sedunia, Perhimpunan Donor Darah Sedunia, dls.

B.Ruang Lingkup (wilayah) kegiatan dan keanggotaan
·       Organisasi Internasional Global
Wilayah kegiatan adalah global (seluruh dunia), dan keanggotaan terbuka dalam ruang lingkup diberbagai penjuru dunia.
Contoh : PBB/UNO, OKI/OIC, GNB/NAM, dls.
·       Organisasi Internasional Regional
Wilayah kegiatan adalah regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja.
Contoh : ASEAN, OAU, GCC, EC, SAARC, dls.

C.Bidang Kegiatan (Operasional) Organisasi.
·       Bidang Ekonomi
KADIN Internasional
·      Bidang Lingkungan Hidup
UNEP
·      Bidang Kesehatan
WHO, IDF
·      Bidang Pertambangan
ITO
·      Bidang Komoditi (pertanian dan industri)
IWTO, ICO
·      Bidang Bea Cukai dan Perdagangan Internasional
GATT

D.Tujuan dan Luas Bidang Kegiatan Organisasi.
·       Organisasi Internasional Umum (menyangkut hal-hal umum).
Tujuan organisasi serta bidang kegiatannya bersifat luas dan umum, bukan hanya menyangkut bidang tertentu.
Contoh : PBB/UNO
·      Organisasi Internasional Khusus (menyangkut hal-hal khusus).
Tujuan organisasi dan kegiatannya adalah khusus pada bidang tertentu atau mengyangkut hal khusus saja.
Contoh : OPEC, dan termasuk organisasi-organisasi khusus dibawah naungan PBB, seperti:
UNESCO, UNICEF, ITU, UPU

E.Ruang Lingkup Bidang Kegiatan.
·       Organisasi Internasional : Global-Umum.
Contoh : PBB/UNO
Organisasi Internasional : Global-Khusus.
Contoh : OPEC, ICAO, IMCO, ITU, UPU, UNESCO, WHO, FAO dan ICRC.
·      Organisasi Internasional : Regional-Umum.
Contoh : ASEAN, EC, OAS, OAU, SAARC, GCC, Liga Arab
·      Organisasi Internasional : Regional-Khusus.
Contoh : AIPO, OAPEC, PATA


VII.    Tipe dan Bentuk Organisasi
A.    Tipe Organisasi
Ø Tipe Oganisasi Piramida
1.    Piramida mendatar(flat)
Tipe organisasi ini memiliki beberapa ciri :
·       Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan Sedikit
·       Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
·       Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.

2.    Piramida Terbalik
Dalam tipe organisasi ini berkebalikan dari organisasi mendatar yaitu jumlah Jabatan pemimpin lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pekerja atau bawahan. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.

Ø Tipe Organisasi Kerucut
Tipe Organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·       Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak
·       Rentang kendali sempit
·       Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah
·       Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh
·       Jumlah informasi jabatan cukup besar

B.    Bentuk Organisasi
Salah satu usaha untuk menjamin adanya fleksibilitas dalam rangka pengembangan organisasi maka bentuk organisasi harus diusahakan sesederhana mungkin. Ada enam macam bentuk organisasi namun yang akan saya bahas hanya 4 saja yaitu sebagai berikut :
1.    Organisasi Lini
Suatu bentuk organisasi yang didalamnya merupakan garis wewenang yang saling menghubungkan langsung sacara vertikal antara pimpinan dan bawahan. Pada organisasi ini garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab yang bercabang pada setiap tingkat pimpinan mulai dari tingkat yang teratas sampai tingkat yang terbawah.
Ciri-ciri organisasi ini adalah :
·       Jumlah karyawan sedikit
·       Selain Top Manager, manager dibawahnya hanya sebagai pelaksana
·       Sarana dan alatnya terbatas
·       Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung
·       Bentuk lini ini biasanya ada pada perusahaan perseorangan
Organisasi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya diantaranya sebagai berikut :
Kelebihannya :
·       Rasa Solidaritas dan spontanitas seluruh anggota tinggi
·       Disiplin dan loyalitas tinggi
·       Rasa saling pengertian antar anggota tinggi
·       Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando
Kekurangannya :
·       Ada tendensi gaya kepemimpinan otokratis
·       Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat
·       Tujuan Top manager dan tujuan organisasi sulit dibedakan
·       Karyawan tergantung satu orang dalam organisasi
Contoh organisasi lini :
Dalam organisasi ini biasanya ada pada perusahaan perseorangan contohnya Dalam perusahaan dibidang Percetakan, jika perusahaan memiliki pesanan untuk suatu project dari client maka karena organisasi ini mempunyai ciri-ciri yaitu hubungan antara atasan dan bawahan bersifat langsung. Jadi si pemilik perusahaan sebagai atasan akan memberikan perintah kepada bawahan atau karyawannya secara langsung tanpa perantara, hal ini dikarenakan jumlah karyawan yang sedikit serta perusahaan ini hanya dimiliki oleh satu orang.jadi dapat dikatatakan dalam organisasi lini ini hanya mempunyai satu pimpinan utama.

2.    Organisasi Lini dan Staff
Organisasi ini adalah Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran saran-saran dan data informasi yang dibutuhkan.
Ciri ciri organisasi :
·       Hunbungan antara atasas dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung.
·       Karyawan banyak
·       Organisasi besar
·       Adanya dua kelompok kerja dalam organisasi sehinggi di tekankan adanya spesialisasi Personel lini dan personel staf
Kelebihannya :
·       Ada pembagian tugas yang jelas
·       Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
·       Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
·       Bentuk organisasi ini flesibel
Kekurangannya :
·       Tugas tugas pokok sering di nomerduakan.
·       Proses decesion making berliku-liku
·       Jika pertimbangan tidak terkontrol maka akan sering menimbulkan nepotism spollsystem patronage
·       Persaingan tidak sehat antara anggota satu dengan yang lainya
Contoh organisasi lini dan staff :
Contoh juga dalam Perusahaan BAJA : dalam perusahaan Baja memiliki beberapa karyawan staff serta manager/pemilik dari perusahaan. Ketika atasan atau pemilik perusahaan akan memberikan tugas ke karyawan maka atasan harus memberikan perintah kepada staff yang bersangkutan, contoh staff untuk kegiatan bahan produksi maka, pemilik akan menanyakan dulu ke staff apakah dapat dijalankan proses produksinya dengan bahan yang ada.

3.    Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional adalah Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu.
Ciri-ciri organisasi fungsional :
·       Organisasi kecil
·       Didalamnya terdapat kelompok-kelompok yang mempunyai keahlian khusus
·       Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
·       Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
·       Pengawasan dilakukan secara ketat
Adapun kelebihan dari organisasi ini adalah :
·       Program terarah , jelas dan cepat
·       Anggaran, personalia dan sarana tepat dan sesuai
·       Kenaikan pangkat cepat
Adapun kekurangannya sebagai berikut :
·       Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
·       Koordinasi sulit dilaksanakan
·       Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inpeksi sulit dilaksanakan
Contoh organisasi fungsional :
Untuk fungsional ini seperti halnya organisasi yang ada di rumah sakit, setiap bagian mempunya keahliannya masing-masing,ada yang khusus untuk penyakit jantung paru-paru bagian bedah dan lain-lain dalam organisasi ini lebih baik karena tugasnya sudah pasti disetiap bagiannya. Jadi bagian bedah tidak akan mencampuri yang bagian penyakit jantung ataupun paru-paru.

4.    Organisasi fungsional dan garis
Organisasi fungsional dan garis adalah bentuk organisasi dimana wewenang pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
Ciri-cirinya sebagai berikut :
·   Tidak tampak adanya perbedaan tugas pokok dan bantuan
·   Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional
·   Pembagian kerja dang pelimpahan wewenag tidak membedakan perbedaan tingkat
Kelebihan organisasi fungsional dan lini :
·   Solidaritas tinggi
·   Disisplin tinggi
·   Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum
·   Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
Kekurangannya :
·   Kurang fleksibel
·   Pejabat fungsional bingung karena dikoordinasi oleh lebih dari satu orang
·   Spesialisasi memberi kejenuhan


VIII.  Struktur dan Skema Organisasi
Ø Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang.
Elemen Struktur Organisasi
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :
1.    Adanya spesialisasi kegiatan kerja.
2.    Adanya standardisasi kegiatan kerja.
3.     Adanya koordinasi kegiatan kerja.
4.     Besaran seluruh organisasi.

Ø Skema Organisasi
Berdasarkan Proses Pembentukannya
1.    Organisasi Formal
Organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan tertentu diatur dengan ketentuan formal baik dalam anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga, kegiatan atau hubungan yang terjadi adalah hubungan jabatan yang telah diatur dalam ketentuan tertulis
2.    Organisasi Informal
Terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuan tidak jelas, anggaran dasar serta anggaran rumah tangga tidak ada, hubungan terjalin secara pribadi .Berdasarkan Kaitan Hubungan dengan Pemerintah.
3.    Organisasi Resmi
Organisasi yang di bentuk dengan pemerintah dan atau harus terdaftar dalam lembaran Negara.
4.    Organisasi Tidak Resmi
Organisasi yang tidak ada hubunganya dengan pemerintah dan atau tidak terdaftar dalam lembaran negara Berdasarkan Skalanya:
·      Organisasi besar
·      Organisasi sedang
·      Organisasi kecil

Berdasarkan tujuannya:
1.    Organisasi Sosial
Organisasi yang tujuan utamanya memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa memperhitungkan untung rugi
2.    Organisasi Perusahaan
Organisasi yang didirikan dengan tujuan komersil atau mencari keuntungan

Berdasarkan bagan organisasi:
1.     Segitiga Vertikal
2.     Segitiga Horosontal
3.     Kerucut Vertikal Horisontal
4.     Lingkaran
5.     Setengah lingkaran
6.     Oval
Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan
susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.

Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:
1.    Skema Organisasi Fungsional menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam
hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.
2.    Skema Organisasi Jabatan menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
3.    Skema Organisasi Nama menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
4.    Skema Organisasi Nama dan Jabatan menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
5.    Skema Organisasi Struktur menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.   

--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--___-__--__--__--__--__--__--

Daftar Pustaka
1.http://www.kamalsy.com/mengembangkan-organisasi-yang-besar-kuat-dan-kaya.html


2.http://rianprasetyamulya.blogspot.com/2009/12/hubungan-antara manajemen-organisasi.html

3.id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

4.http://www.anneahira.com/pengertian-organisasi.htm

5.http://gerald85joshua.wordpress.com/2013/10/17/pengertian-ciri-ciri-unsur-unsur-teori-organisasi/

6. s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../MINGGU_3.doc

7.http://sukmawanstarscreams.blogspot.com/2013/10/tipe-atau-bentuk-struktur-dan-skema.html

8.http://ahmadadamjulidar.blogspot.com/2012/11/macam-macam-organisasi-beserta-contohnya_6.html
 


9.http://blogsangpemenang.blogspot.com/2012/03/kunci-sukses-dalam-berorganisasi.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KORUPSI,, AKAR YANG BERAKAR

_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____ Postingan ini saya buat dengan pendapat saya sendiri, dengan menambahkan sedikit fakta-fakta dari sumber yang meyakinkan. _____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____      Bisa kita lihat sekarang ini banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum masyarakat ataupun yang sangat disorot adalah oknum pemerintah. Ya tidak salah lagi pelanggaran itu adalah tindakan melakukan KORUPSI .      Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Namun di Indonesia kebanyakan yang terlihat adalah korupsi yang berkaitan dengan uang.      Korupsi yang t...

Tulisan 2 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Perubahan Budaya = Penggabungan Budaya???             Sekarang ini bukan lah zaman tradisional lagi, melainkan zaman modern. Yang memudahkan budaya-budaya dari luar masuk tanpa kita sadari. Era ini disebut dengan era globalisasi. Tanpa kita sadari, budaya-budaya luar tersebut sudah merambah dalam pola pikir kita sekarang ini. Sebagai contoh, kita sebagai bangsa Indonesia berlandaskan Pancasila yang menekankan gotong rorong dan bermusyawarah. Namun, sekarang ini kita jarang sekali melihat warga yang bekerja secara gotong royong, mereka menjadi individualis dengan pekerjaan dan kesibukan mereka masing-masing. Dan sekarang pun bila ada masalah yang dihadapi, penyelesaiannya bukan bermusyawarah dengan mengambil jalan tengah, melainkan secara voting suara terbanyak. Itu sedikit pembuktian bahwa budaya-budaya luar telah masuk ke dalam pikiran kita.            Perubahan-perubahan budaya yang terjadi sekarang ini mungkinkah...

Tulisan 5 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Budaya Politik   Budaya politik   merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya . Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. Secara umum budaya politik terbagi atas tiga : 1.    Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh, dan pasif) 2.    Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi) 3.    Budaya politik partisipatif (aktif) BUDAYA POLITIK PAROKIAL Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di kata kan Parokial apabila frekuensi o...