ARSITEKTUR
TELEMATIKA
1. Pengertian
Arsitektur Telematika
Arsitektur
adalah seni atau ilmu merancang, sedangkan Telematika adalah bertemunya sistem
jarinngan komunikasi dengan teknologi informasi. Maka dapat diartikan
Arsitektur Telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logis berada di antara
lapisan (aplication layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer
TCP/IP) yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi
komunikasi.
2. Arsitektur
Telematika dari Sisi Klien
Arsitektur
Client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien)
sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi,
dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.
Karakteristik Klien
:
·
Memulai
terlebih dahulu permintaan ke server.
·
Menunggu
dan menerima balasan.
·
Terhubung
ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
·
Berinteraksi
langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.
3. Arsitektur
Telematika dari Sisi Server
Karakteristik
Server :
·
Selalu
menunggu permintaan dari salah satu Client.
·
Melayani
Client permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke Client.
·
Sebuah
Server dapat berkomunikasi dengan Server lain untuk melayani permintaan Client.
·
Jenis
Server khusus mencakup: web Server, FTP Server, database Server, E-mail Server,
file Server, print Server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis Server.
4. Arsitektur
Telematika dari Sisi Klien-Server
Ada
beberapa arsitektur dari sisi Klien-Server, antara lain:
v
Standalone
(Single-Tier)
Pada
arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data
dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun
komputer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang
terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump-client” atau “dump-terminal”.
Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal
sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua
masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada
sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin
kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user
yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu,
membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada
saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan
untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Internet baru saja
dikembangkan oleh pemerintah US dan pada saat itu dikenal sebagai ARPANET.
Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai
dihapus.
v
Client/Server
(Two-Tier)
Model
Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan :
client(yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen
tersebut yaitu :
User
Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan
langsung oleh user.
Manajemen
Proses.
Database.
Model
ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga
terbentuk dua lapisan.
v
Three-Tier
/ Multi-Tier
Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk
menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini,
pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan
arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing
menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu :
·
Layanan
presentasi (tingkat client)
·
Layanan
bisnis (tingkat menengah)
·
Layanan
data (tingkat sumber data)
Layanan presentasi atau logika antarmuka pengguna
ditempatkan pada mesin client. Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan
ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server
database. Setiap tingkatan dalam model three-tier berada pada komputer tersendiri.
Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam
lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan
keamanan.
LAYANAN TELEMATIKA
Layanan
telematika merupakan sebuah layanan yang dilakukan melalui jaringan
telekomunikasi, yaitu layanan yang disediakan melalui perpaduan antara
komunikasi, media dan teknologi informasi. Berikut penjelasan berbagai macam
layanan telematika yang terdiri dari :
1.
Layanan
Telematika di Bidang Informasi
Layanan
yang pertama adalah layanan informasi. Layanan ini memberikan kemudahan untuk
mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan sebagai penunjang keputusan,
memberikan wawasan sehingga dapat menggunakan informasi untuk mengatasi
kesulitan yang dihadapi. Contoh dari layanan telematika di bidang informasi :
·
Laporan
Cuaca (Weather) layanan yang memberikan laporan tentang informasi cuaca.
·
Bursa
Efek Jakarta (Jakarta Stock Exchange) layanan memberikan informasi yang lebih
lengkap tentang perkembangan bursa kepada publik.
2.
Layanan
Telematika di Bidang Keamanan
Layanan
yang kedua adalah layanan keamanan. Layanan yang memberikan fasilitas keamanan
untuk menjaga suatu data dan informasi pada jaringan sehingga berjalan pada
tempatnya. Contoh dari layanan telematika di bidang keamanan :
·
Antivirus memberikan keamanan untuk menangkal dari
serangan virus.
·
Internet
Security mengamankan komputer dari ancaman akses koneksi lewat internet.
3.
Layanan
Telematika Context Aware & Event Based
Context-awareness
merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu
kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network
itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu.
Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user,
berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Contoh dari layanan telematika context aware & event based :
·
Location-based
service mencari data lokasi dimana
posisi keberadaan user sekarang berada.
4.
Layanan
Perbaikan Sumber
Layanan
perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya
manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang
berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola,
pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha,
lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya
manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas
dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan
digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
TEKNOLOGI YANG
BERKAITAN DENGAN TELEMATIKA
1.
Head
Up Dispplay (HUD)
Head Up Display (HUD) adalah
display transparan yang mampu menampilkan data dan indikator-indikator vital
sebuah kendaraaan tanpa mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari
jalanan. Teknologi ini pada awalnya digunakan pada bidang militer saja, seperti
penggunaan pada pesawat tempur. Kini teknologi Head Up Display (HUD) juga
diterapkan oleh industri otomotif di dunia, BMW menjadi pabrikan otomotif
pertama yang meluncurkan produk massal dengan teknologi HUD di kaca depannya.
HUD mampu menampilkan informasi penting pada kaca depan, langsung pada area
pandang pengemudi, hingga ia tak perlu lagi menunduk atau celingukan
mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya. Dengan memanfaatkan proyektor
laser (laser projector), diharapkan kaca mobil depan nantinya bisa berfungsi
sebagai layar monitor yang bisa menampilkan berbagai informasi berguna bagi
pengendara. Teknologi ini tak hanya memberi kenyamanan bagi pengemudi,
melainkan juga keselamatan berkendara.
2.
Tangible
User Interface
Tangible User Interface (TUI)
adalah sebuah antarmuka pengguna di mana seseorang berinteraksi dengan
informasi digital melalui lingkungan fisik. Sebuah TUI adalah salah satu
teknologi dimana pengguna berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi
obyek fisik terkait dan langsung mewakili kualitas sistem tersebut. Nama awal
dari TUI adalah Graspable User Interface (GUI), yang tidak lagi digunakan. Ide
dari TUI adalah untuk memiliki hubungan langsung antara sistem dan cara anda
mengontrol melalui manipulasi fisik dengan memiliki makna yang mendasar atau
hubungan langsung yang menghubungkan manipulasi fisik ke perilaku yang mereka
picu pada sistem. Jadi secara harfiah nya tangible user interface (TUI) adalah
sebuah system digital yang membuat sebuah benda menjadi nyata,dapat di sentuh
di raba dan memiliki bentuk.
3.
Computer
Vision
Computer vision adalah ilmu dan
teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin
mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan
tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, Computer vision berkaitan dengan
teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar
dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa
kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Beberapa aplikasi yang
dihasilkan dari Computer Vision antara lain :
·
Psychology,
AI – exploring representation and computation in natural vision
·
Optical
Character Recognition – text reading
·
Remote
Sensing – land use and environmental monitoring
·
Medical
Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
·
Industrial
Inspection – measurement, fault checking, process control
·
Robotic
– navigation and control
4.
Browsing
Data Audio
Browsing Audio Data merupakan
metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang
ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing
mencakupi langkah-langkah sebagai berikut ; Menjalankan sebuah program aplikasi
komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera
IP. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain
Name Server) oleh program aplikasi. Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan
alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui
kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server
melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data
yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio
data melalui Internet. Contoh Browsing Audio Data: informasi yang dapat dicari
melalui internet, yaitu: informasi berupa teks,
image, video, audio dan application.
5.
Speech
Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara
otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer. Merupakan
salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan.
Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech
recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti
pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana
terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa
orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan.
Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan
pembicaraan siapa saja.
6.
Speech
Synthesis
Speech synthesis adalah sebuah
kemampuan bicara manusia yang dibuat oleh manusia (artificial). Sebuah sistem
komputer digunakan untuk tujuan ini yang disebut sebagai speech synthesizer,
dan dapat diimplementasikan ke dalam software atau hardware.Synthesized speech
dapat diciptakan dengan menggabungkan beberapa potongan-potongan dari
pembicaraan atau pidato yang sudah direkam dalam sebuah basis data. Kualitas
dari sebuah speech synthesizer dilihat dari kemiripannya dengan suara manusia
dan kemampuannya untuk bisa dipahami. Contoh Speech Synthesis : sebuah sistem
text-to-speech (TTS) yang dapat mengkonversikan teks dengan bahasa biasa
menjadi suara. Program TTS yang jelas dapat membantu orang dengan gangguan
visual atau ketidakmampuan membaca, untuk mendengarkan pada pekerjaan yang
tertulis dalam komputer. Banyak Sistem Operasi komputer yang telah dimasukkan
speech synthesizer sejak tahun 1980-an.
MIDDLEWARE
TELEMATIKA
1.
Pengertian
Middleware
Middleware adalah software yang di
rancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungkinkan aplik
asi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan
middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi,
pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Di sini middleware dapat
berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan
format data yang dapat mereka proses.
2.
Tujuan
Middleware
Tujuan
utama layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa
aplikasi dan masalah interoperabilitas. Middleware sangat dibutuhkan untuk
bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk
menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.
Dalam
dunia teknologi informasi Middleware merupakan suatu software yang dirancang
untuk menghubungkan beberapa proses pada satu atau lebih mesin untuk dapat
saling berinteraksi pada suatu jaringan.
Seperti
data customer yang harus dapat dibaca oleh bagian customer service dan
akuntansi. Data hasil pengembangan perlu dapat dibaca juga oleh bagian
manajemen. Hal ini semakin terasa ketika sistem tersebar menjadi semakin besar
dan bervariasi.
Di
sinilah aplikasi middleware memegang peranan, dengan bantuan middleware, data
yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan
manajemen sesuai kebutuhan. Disini middleware dapat berfungsi sebagai
penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang
dapat mereka proses. Middleware berada diantara lapisan aplikasi (application
layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP. Middleware
bisa juga disebut protokol.
3.
Pelayanan
Middleware
Pelayanan
middleware menyediakan banyak set fungsi dari aplikasi antarmuka pemogramanan
yang mengizinkan sebuah aplikasi untuk:
·
Menemukan
tempat melewati jaringan secara transparan sehingga dapat menyediakan interaksi
dengan service atau aplikasi lainnya.
·
Mandiri
dari service jaringan.
·
Dapat
dipercaya dan selalu tersedia.
Middleware
menawarkan beberapa keuntungan unik dari technologi untuk bisnis dan industri.
Sebagai contoh, sistem database tradisional biasanya diletakan dalam lingkungan
yang dekat dimana pengguna mengakses sistem menggunakan jaringan terbatas atau
intranet. Dengan perkembangan fenomena dari World Wide Web, pengguna dapat
mengakses database secara virtual dengan berbagai macam jenis akses dari
belahan dunia manapun. Middleware mengalamatkan masalah dari berbagai level
interoperbilitas diantara struktur database yang berbeda. Middleware
memfasilitasi akses transparan untuk melegalkan sistem manajemen database
(DBMS) atau aplikasi lewat sebuah web server tanpa memperhatikan karakteristik
spesifik database.
Perusahaan
bisnis sering menggunakan aplikasi middleware untuk menghubungkan informasi
dari database departemen, misalnya daftar pembayaran, penjualan, dan
penghitungan atau database house dalam lokasi geografi yang bermacam-macam.
Dalam
tingginya kompetisi komunitas kesehatan, laboratorium membuat luas penggunaan
dari aplikasi middleware untuk data mining, sistem informasi laboratorium (LIS)
cadangan, dan untuk menggabungkan sistem selama proses penggabungan dua rumah
sakit. Middleware menolong menjembatani jarak pemisah antara LIS dalam bentuk
baru jaringan kesehatan mengikuti proses pembelian rumah sakit.
4.
Contoh
Middleware
·
Java's
: Remote Procedure Call
·
Object
Management Group's : Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
·
Microsoft's
COM/DCOM (Component Object Model) - Also .NET Remoting
·
ActiveX
controls (in-process COM components)
Database
middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity).
Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe
penyimpanan relational database. Database middleware yang lain, yang merupakan
superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam
bentuk database, kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan
konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan
object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi.
Beberapa
produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB
Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and
International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini
dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang
sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar.
MANAJEMEN
DATA TELEMATIKA
Manajemen
Data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan
prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan
oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang
menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan
bantuan telematika. Kegiatan Manajemen Data
·
Pengumpulan
Data : Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang
disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.
·
Integritas
dan Pengujian : Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan
akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan
sebelumnya.
·
Penyimpanan
: Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan
magnetic.
·
Pemeliharaan
: Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi
diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.
·
Keamanan
: Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.
·
Pengambilan
: Data tersedia bagi pemakai.
Definisi
resmi manajemen data dari DAMA (Demand Assigned Multiple Access) adalah
pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang
secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu
perusahaan. Pada dasarnya, manajemen data melibatkan seluruh disiplin yang
berkaitan dengan manajemen data sebagai sumber daya yang berguna.
Dengan
kata lain, manajemen data telematika sendiri adalah suatu prosedur yang
menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan
bantuan telematika. Beberapa unsur penting yang harus dimiliki suatu manajemen
data telematika, yaitu client, sebagai user (pengguna), server sebagai pusat
pengambilan data, dan database sebagai tempat penyimpanan data.
Ruang
lingkup manajemen data terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : Lingkungan Luar
(Eksternal), dan Lingkungan Dalam (Internal). Lingkungan luar meliputi politik,
hokum, teknologi, kondisi lingkungan alam, media, lembaga keuangan, dan
sebagainya. Sedangkan lingkungan dalam terdiri dari manusia, finansial, fisik,
sistem dan teknologi, serta sistem nilai dan budaya organisasi.
1.
Macam-Macam
Manajemen Data Telematika
Manajemen Data Sisi
Klien
Manajemen
data dilihat dasri sisi client adalah kemampuan komputer untuk meminta layanan
requestdata kepada komputer lain. Manajemen data ini dapat diaplikasikan pada
aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara
client dan server. Dalam perkembangannya, client server dikembangkan oleh
dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix, Microsoft, dll.
Istilah tier dalam server adalah untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi
yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah bagian uatama
dari konsep client / server saat ini.
2.
Manajemen Data Sisi Server
Database
server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke
komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model
klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang
didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem
manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs
(misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk
akses data. Dalam model Master-Slave, Database master adalah server pusat dan
lokasi utama data sementara Database slave master akan disinkronkan backup dari
master yang bertindak sebagai proxy.
3.
Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak
Sistem
manajemen basis data relasional atai dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai
Relational Database Management System (RDBMS) adalah program computer yang
didesign untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data
yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data
permintaan penggunaanya. Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap
keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini
dipandang sebagai terlalu ”statis”. Pesatnya perkembangan bagi komunikasi
bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam
layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaannya.
Permasalahan
dan Isu-Isu dalam Manajemen Data Telematika Traffic congestion on the network,
jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan
overload. Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak
client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi
kepadanya. Pada client-server, ada kemungkinan server fail. Pada P2P networks,
resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node
yang dapat meresponse request. Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta
akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan Setiap klien harus
memasang DBMS sehingga mengurangi memori. Klien harus mempunyai kemampuan
proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus. Salinan DBMS pada
setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara
bersama-sama. Terjadinya kerangkapan data yang kompleks, sehingga memboros
penggunaan memori.
Fungsi
Manajemen Data :
1.
Mengatasi kerangka (redundancy) data.
2.
Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
3.
Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
4.
Menyusun format yang standar dari sebuah data.
5.
Menyusun integritas dan independensi data.
6.
Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat
mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
OPEN
SERVICE GATEWAY INITATIVE
OSGI
( Open Service Gateway Initiative ) adalah sebuah rencana industri yang
merupakan cara standar untuk menghubungkan perangkat seperti perangkat rumah
tangga dan sistem keamanan ke internet.OSGI berencana menentukan program
aplikasi antar muka (API) untuk memungkinkan komunikasi dan kontrol antara
penyedia layanan dan perangkat di dalam rumah atau usaha kecil jaringan. OSGI
API akan dibangun pada bahasa pemrograman Java. Program java pada umumnya dapat
berjalan pada platform sistem operasi komputer. OSGI adalah sebuah interface
pemrograman standar terbuka. The OSGI Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open
Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah sebuah organisasi
standar terbuka yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota – anggotanya
telah ditentukan sebuah layanan berbasis Java platform yang dapat dikelola dari
jarak jauh. Spesifikasi OSGI yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses
terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi
OSGI.
2.
Spesifikasi
Spesifikasi
OSGI yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source
Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomatisasi industri,
otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), armada
manajemen dan aplikasi server. Adapun spesifikasi yang lain dimana OSGI akan
dirancang untuk melengkapi standar perumahan yang ada, seperti orang-orang
LonWorks (lihat kontrol jaringan), CAL, CEBus, HAVi, dan lain-lain.
Inti
bagian dari spesifikasi adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan
aplikasi model manajemen siklus hidup, sebuah layanan registrasi, sebuah
lingkungan eksekusi dan modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGI
layers, API, dan Jasa telah ditetapkan. Spesifikasi OSGI yang dikembangkan oleh
para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di
bawah Lisensi Spesifikasi OSGI.
3.
Arsitektur
OSGI
adalah sebuah set spesifikasi yang mendefinisikan sebuah komponen sistem
dinamik untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan
dimana aplikasi (secara dinamik) terdiri dari berbagai komponen yang berbeda.
Spesifikasi OSGi memungkinkan komponen-komponennya untuk menyembunyikan
implementasinya dari komponen lainnya ketika berkomunikasi melalui services
dimana biasanya ketika hal ini berlangsung implementasi antar komponen dapat
terlihat jelas. Model yang simple ini telah jauh mencapai efek dari segala
aspek dari proses pengembangan software.
Model lapisan dari
OSGi adalah sebagai berikut :
Setiap
kerangka yang menerapkan standar OSGi menyediakan suatu lingkungan untuk
modularisasi aplikasi ke dalam kumpulan yang lebih kecil. Setiap bundel adalah
erat-coupled, dynamically loadable kelas koleksi, botol, dan file-file
konfigurasi yang secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika
ada):
v
Bundel
Kumpulan jar normal komponen dengan
nyata tambahan header. Sebuah bundel adalah sekelompok kelas Java dan sumber
daya tambahan yang dilengkapi dengan rincian file pada MANIFEST.MF nyata semua
isinya, serta layanan tambahan yang diperlukan untuk memberikan kelompok
termasuk kelas Java perilaku yang lebih canggih, dengan tingkat deeming seluruh
agregat sebuah komponen.
v
Layanan
Layanan yang menghubungkan lapisan
bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan, menerbitkan dan menemukan
model dapat mengikat Java lama untuk menikmati objek (POJO). Siklus hidup
menambahkan lapisan bundel dinamis yang dapat diinstal, mulai, berhenti,
diperbarui dan dihapus. Buntalan bergantung pada lapisan modul untuk kelas
loading tetapi menambahkan API untuk mengatur modul – modul dalam run time.
Memperkenalkan lapisan siklus hidup dinamika yang biasanya bukan bagian dari
aplikasi. Mekanisme ketergantungan luas digunakan untuk menjamin operasi yang
benar dari lingkungan.
v
Layanan
Registrasi (Services-Registry)
API untuk manajemen jasa
(ServiceRegistration, ServiceTracker dan ServiceReference).
OSGi Alliance yang telah ditentukan
banyak layanan. Layanan yang ditentukan oleh antarmuka Java. Kumpulan dapat
mengimplementasikan antarmuka ini dan mendaftarkan layanan dengan Layanan
Registri. Layanan klien dapat menemukannya di registri, atau bereaksi ketika
muncul atau menghilang.
v
Siklus
Hidup (Life-Cycle)
API
untuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan uninstall)
bundel.
v
Modul
Lapisan yang mendefinisikan
enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat
mengimpor dan mengekspor kode).
v
Keamanan
Layer yang menangani aspek keamanan
dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk pra didefinisikan kemampuan.
v
Pelaksanaan
Lingkungan
Mendefinisikan metode dan kelas apa
yang tersedia dalam platform tertentu. Tidak ada daftar tetap eksekusi
lingkungan, karena dapat berubah sebagai Java Community Process menciptakan
versi baru dan edisi Jawa. Namun, set berikut saat ini didukung oleh sebagian
besar OSGI implementasi:
•
CDC-1.1/Foundation-1.1 CDC-1.1/Foundation-1.1
•
OSGi/Minimum-1.0 OSGi/Minimum-1.0
•
OSGi/Minimum-1.1 OSGi/Minimum-1.1
•
JRE-1.1 JRE-1.1
•
From J2SE-1.2 up to J2SE-1.6 Dari J2SE-1.2 hingga J2SE-1,6
•
CDC-1.0/Foundation-1.0 CDC-1.0/Foundation-1.0
4.
Keuntungan
v
Mengurangi
kompleksitas : mengembangkan dengan OSGi berarti menembangkan bundles : salah
satu komponen OSGi. Bundles adalah modul. Bundles menyembunyikan aspek
internalnya dari bundles lainnya. Hal ini berarti ada banyak kebebasan untuk
menggantinya di kemudian hari.
v
Dapat
digunakan kembali : model komponen OSGi sangat mudah digunakan dan dapat
digunakan dengan aplikasi pihak ketiga.
v
RealWorld
: OSGi framework dinamik. Hal ini berarti OSGi dapat diupdate secara online.
v
Mudah
Penyebarannya : teknologi OSGi bukanlah sebuah teknologi standard. OSGi dapat
dimanage sedemikian rupa serta dapat diatur cara penginstalannya.
v
Update
yang dinamik : OSGi komponen bisa diupdate secara dinamik.
v
Adaptif
: model komponen OSGi didesain sedemikian rupa hingga diperbolehkan untuk
mengkombinasi dan mencocokan antar komponen.
v
Transparan
v
Banyak
versinya
5.
Kerugian
v
Pengguna
dihadapkan pada tanggunjawab untuk terus menarik laporan informasi.
v
Pengguna
harus selalu mengetahui posisi perangkat yang dikelola.
v
Penerapan
yang membutuhkan biaya besar.
v
Membuat
ketergantungan dalam kemudahan teknologi.
v
Memberikan
peluang penyalahgunaan sistem oleh pihak yang tidak berwenang jika interface
OSGi lupa ditutup pengguna.
CARA
KERJA WIRELESS & TERMINAL
1.
Cara
Kerja Jaringan Wireless
Agar
supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa
sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga
komponen dibutuhkan, yaitu:
·
Sinyal
Radio (Radio Signal).
·
Format
Data (Data Format).
·
Struktur
Jaringan atau Network (Network Structure).
Masing-masing
dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan
fungsinya. Kita mengenal adanya 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection),
yaitu:
–
Physical Layer (Lapisan Fisik)
–
Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
–
Network Layer (Lapisan Jaringan)
–
Transport Layer (Lapisan Transport)
–
Session Layer (Lapisan Sesi)
–
Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
–
Application Layer (Lapisan Aplikasi)
Masing-masing
dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang
berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai
contoh: Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau
lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan
diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan
menerima sinyal radio.
Lebih
jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem
dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim
data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang
mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi
berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang
bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
Bagaimana
sinyal radio dapat diubah menjadi data digital?
Prinsip
dasar yang digunakan pada teknologi wireless ini sebenarnya diambil dari
persamaan yang dibuat oleh James Clerk Maxwell di tahun 1964. Dalam persamaan
itu, dengan jelas Maxwell berhasil menunjukkan fakta bahwa, setiap perubahan
yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan medan-medan listrik. Dan
sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam medan-medan listrik itu akan
menciptaken medan-medan magnet.
Lebih
lanjut Maxwell menjelaskan, saat arus listrik (AC atau alternating current)
bergerak melalui kabel atau sarana fisik (konduktor) lainnya, maka, beberapa
bagian dari energinya akan terlepas ke ruang bebas di sekitarnya, lalu
membentuk medan magnet atau alternating magnetic field. Kemudian, medan magnet
yang tercipta dari energy yang terlepas itu akan menciptakan medan listrik di ruang
bebas, yang kemudian akan menciptakan medan magnet lagi, lalu medan listrik
lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang asli atau
yang pertama terhenti (terputus, red). Bentuk energy yang tercipta dari
perubahan-perubahan ini, disebut dengan radiasi elektromagnetik
(electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal sebagai gelombang radio. Itu
artinya, radio dapat di definisikan sebagai radiasi dari energi elektromagnetik
yang terlepas ke udara (ruang bebas). Alat yang menghasilkan gelombang radio
itu biasa dinamakan TRANSMITTER. Lalu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan
menangkap gelombang radio yang ada udara itu, biasa dinamakan RECEIVER. Agar
kedua alat ini (transmitter dan receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat
pola gelombang, mengarahkan, meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan
dari udara, maka dibantulah dengan alat lain, yaitu ANTENA.
Berkat
persamaan dari Maxwell, transmitter, receiver, serta antena, yang kemudian
disatukan dalam semua peralatan wireless LAN itulah, maka komputer bisa
berkomunikasi, mengirim dan menerima data melalui gelombang radio, atau biasa
disebut dengan wireless netwok. Begitu banyak stasiun Radio dengan frequency
yang berbeda-beda agar tidak saling bertabrakan, gelombang radio yang akan
dikirimkan ke udara itu bisa diatur frequencynya. Yaitu dengan cara mengatur
atau memodifikasi arus listrik yang berada pada peralatan pengirim dan penerima
tadi (transmitter, receiver). Dan jarak yang menjadi pemisah antar frequency
dinamakan SPECTRUM. Lalu, bagian terkecil dari spectrum disebut dengan BAND.
Dan untuk mengukur jumlah perulangan dari satu gelombang ke gelombang yang
terjadi dalam hitungan detik, digunakanlah satuan HERTZ (Hz).
2.
Mode
Koneksi Wireless
Agar
sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless maka dapat
dilakukan dalam mode Ad-Hoc atau mode Infrastructure. Mode Ad-Hoc adalah
koneksi antara dua komputer, di mana satu komputer berfungsi sebagai server dan
komputer lainnya menjadi client. Koneksi semacam ini sering disebut sebagai
koneksi peer-to-perr.
Mode
Infrastructure adalah koneksi antara dua komputer atau lebih, dengan Access
Point (AP) sebagai pengatur lalu lintasnya. Acces Point adalah suatu perangkat
yang dapat memancarkan sinyal Wifi dalam jangkauan tertentu (sering disebut
hotspot). Melalui sinyal Wifi tersebut, beberapa client bisa terkoneksi ke
jaringan dan AP-lah yang akan mengatur lalu lintas datanya.
3.
Keunggulan
Dan Kelemahan Jaringan Wireless
Keunggulannya
adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti
pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya
berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan
konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi
dan mendukung portabelitas.
Kelemahannya
adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan
mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat
menekan biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio
seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini
dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread
spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita
frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien.
4.
Cara
Kerja Terminal
Terminal
: peralatan yang mengakses layanan melalui jaringan yang sifatnya remote atau
terpisah melalui sebuah saluran telekomunikasi. Linux memiliki enam terminal
atau konsol ketika berjalan dalam modus teks. Artinya, kita dapat menjalankan
aplikasi atau kegiatan berbeda-beda untuk tiap terminal dan dalam waktu
bersamaan. Untuk berpindah dari satu terminal ke terminal lain, dapat menekan
kombinasi tombol ALT + F1 hingga F6.Terminal ketujuh umumnya digunakan oleh X
Server. Jadi, jika X Server sebelumnya telah aktif dan tidak dibunuh,kita
tinggal menekan tombol ALT + F7 untuk kembali ke tampilan grafis.Terminal yang
disinggung di atas adalah terminal dalam modus teks.Terminal juga dapat
digunakan dalam lingkungan grafis.
Untuk
membuka terminal di desktop GNOME milik Edubuntu, klik menu Applications >
Accessories > Terminal pada panel atas.Terminal sepertinya memang
diperuntukkan bagi para profesional. Tetapi ketika kita mengetahui cara kerja
dan manfaatnya, kita akan sering menggantungkan diri pada baris perintah ini.
Kita dapat mengeksekusi program, membuka file, hingga melakukan manajemen
berkas melaluitampilannya yang sederhana. Linux memiliki lebih dari 2000
perintah ketika menjalankan terminal.Kita tidak perlu menghapal semuanya, hanya
beberapa yang kita anggap penting dan sering kita gunakan.Sebuah tips ketika
menggunakan terminal. Kita bisa mengetikkan beberapa huruf awal perintah,
disusul dengan menekan tombol ESC atau TAB sekali atau beberapa kali. Cobalah
untuk memasukkan karakter apada terminal.Disusul menekan ESC atau TAB (Edubuntu
mendukung tombol TAB). Apabila muncul sebuah pertanyaan, ketik y. Sebuah daftar
panjang akan muncul (semua perintah dengan awalan huruf a). Biasanya data
ditampilkan pada komputer pada jarak jauh atau dekat yang disebut dengan
terminal. Fungsi dasarnya adalah untuk berhubungan dengan komputer host.
Terminal juga dikenali dengan beberapa istilah, seperti: CRT – Cathode Ray
Tube, VDT -Video Display Terminal atau display station. Terminal dibagi atas 3
jenis, yaitu :
Terminal
dungu (dumb), yaitu terminal yang berfungsi hanya berupaya menghantar setiap
karakter yang dikirimkan ke host dan menampilkan apa saja yang dikirim oleh
host.
Terminal
‘smart’ , yaitu terminal yang berfungsi menghantarkan informasi tambahan selain
apa yang dikirim oleh pemakai seperti kode tertentu untuk menghindari kesalahan
data yang terjadi.
Terminal
pintar (intelligent), yaitu terminal yang dapat diprogramkan untuk membuat
fungsi-fungsi tambahan seperti kontrol terhadap penyimpanan ke storage dan
menampilkan lay-out data dari host dengan lebih bagus. Pada saat terminal/client/terminal/client
melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah :
Pada
saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar
proses yang dijalankan adalah :
–
Mencari alamat ip dari dhcp server.
–
Mengambil kernel dari tftp server.
–
Menjalankan sistem file root dari nfs server.
–
Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
– Melakukan hubungan
dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.Sumber:
http://digilib.unsri.ac.id/download/2tier%20VS%203tier14082009.pdf
Komentar
Posting Komentar