Pengertian Etika dan Profesional
Kata Etika
berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ethos” atau “ta etha” yang berarti tempat
tinggal, padang rumput, kebiasaan atau adat istiadat. Secara etimologi, kata
etika (bahasa Yunani) sama dengan arti kata moral (bahasa Latin), yaitu adat
istiadat mengenai baik-buruk suatu perbuatan. Namun demikian, moral tidak sama
dengan etika. Kata moral lebih mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai
manusia, menuntun manusia bagaimana seharusnya ia hidup atau apa yang boleh dan
apa yang tidak boleh dilakukan. Sedangkan etika adalah ilmu, yakni pemikiran
rasional, kritis dan sistematis tentang ajaran-ajaran sosial.
Orang yang
menyandang suatu profesi tertentu disebut seorang profesional. Selanjutnya
Oemar Seno Adji mengatakan bahwa peraturan-peraturan mengenai profesi pada
umumnya mengatur hak-hak yang fundamental dan mempunyai peraturan-peraturan
mengenai tingkah laku atau perbuatan dalam melaksanakan profesinya yang dalam
banyak hal disalurkan melalui kode etik. Sedangkan yang dimaksud dengan profesi
adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan
nilai bersama. Mereka membentuk suatu profesi yang disatukan karena latar
belakang pendidikan yang sama dan bersama-sama memiliki keahlian yang tertutup
bagi orang lain.
Sebagai seorang
yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika
penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab
manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan
aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik
sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam
organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi
tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis
dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis
yang harus dipertimbangkan.
Pengguna Etika dan Profesionalisme
Teknologi Sistem Informasi
Pengguna etika
dan profesionalisme teknologi sistem informasi adalah semua elemen atau pelaku
di dalam suatu lingkungan kerja yang menggunakan teknologi informasi. Mereka
yang berada pada lingkungan tersebut harus sadar dan bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan etika dan profesionalisme teknologi sistem informasi.
Para pelaku
dalam lingkungan kerja teknologi sistem informasi secara umum dibagi menjadi 3
bagian, antara lain:
1.
Pelaku yang berkerja pada bidang perangkat lunak
(software):
v
Sistem analis, orang yang bertugas menganalisa
sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada,
kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan
dikembangkan.
v
Programer, orang yang bertugas
mengimplementasikan rancangan sistem analis sesuai sistem yang dianalisa
sebelumnya.
v
Web designer, orang yang melakukan kegiatan
perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu
proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
v
Web Programmer, orang yang bertugas
mengimplementasikanrancangan web designer sesuai desain yang telah dirancang
sebelumnya.
2.
Pelaku yang bekerja pada bidang perangkat keras
(hardware):
v
Technical engineer, orang yang berkecimpung
dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat
sistem komputer.
v
Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung
dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada
troubleshooting-nya.
3.
Pelaku yang bekerja pada operasional sistem
informasi:
v
EDP Operator, orang yang bertugas mengoperasikan
program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam
lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
v
System Administrator, orang yang bertugas
melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki
kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
Mengapa Etika dan Profesionalisme
Teknologi Sistem Informasi dibutuhkan?
Etika membantu
manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati masyarakat, etika
juga membantu merumuskan pedoman etis yang lebih kuat dan norma-norma baru yang
dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata kehidupan
masyarakat.
Etika membantu
untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu dilakukan dan yang
perlu dipahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau
sisi kehidupan, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian
sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Komentar
Posting Komentar