Langsung ke konten utama

Teori Organisasi Umum 2 (Tugas 1)

MENDESKRIPSIKAN
SIFAT POSITIF DAN NEGATIF
DIRI SENDIRI

Sifat yang positif dalam diri saya:
1.       Percaya diri dan mudah bergaul
2.       Bisa menjadi pemimpin yang baik
3.       Bertanggung jawab
4.       Tepat waktu
5.       Tidak mudah mengikuti arus dan terprovokasi

Sifat yang negative dalam diri saya:
1.       Terlalu santai
2.       Cuek dengan lingkungan dan orang lain
3.       Malas
4.       Terkadang terlihat arogan
5.       Tidak menyukai kekalahan

            Sifat Positif
Saya memiliki rasa percaya diri yang cukup besar untuk mengungkapkan sesuatu hal menurut saya benar. Hal tersebut sudah terlatih semenjak saya masih SMP, karena saya dari SMP saya sudah menjadi ketua sebuah organisasi dan terus berlanjut sampai sekarang selalu menjadi ketua disebuah organisasi.
Hal tersebut juga yang melatih saya untuk menjadi menjadi pemimpin yang baik, pembicara yang baik, selalu bertanggung jawab, tepat waktu, dan tidak mudah terprovokasi.
Karena terbiasa untuk seperti itu di dalam organisasi, membuat saya terbiasa dalam sehari-hari menjadi seperti itu.

Sifat Negatif
Dibalik hal positif saya, saya juga memiliki hal negative yang ada dalam diri saya sepertui yang tertulis di atas.
Saya menganggap banyak hal dengan santai karena saya tidak mamu membabani pikiran saya dengan hal-hal yang rumit. Saya pun juga cuek dengan lingkungan saya karena saya terkadang berpikir “masalah anda, bukan masalah saya”. Saya bias dikatakan malas untuk mengerjakan hal-hal yang tidak saya sukai dan saya akan mengulur waktu hingga hampir habis batasnya.
Ya saya memang terkadang terlihat arogan, karena saya terbiasa untuk menjadi pemimpin disuatu lingkungan yang pada dasarkan seorang pemimpin haruslah didengar, dihormati dan dihargai pendapatnya.
Saya sangat tidak menyukai kekalahan karena kekalahan itu sangat menyakitkan. Yang membuat hal ini menjadi negative di dalam diri saya adalah jika saya kalah dengan seseorang, maka saya akan sedikit menjaga jarak dengan orang tersebut untuk beberapa waktu dan waktu itu saya juga gunakan untuk mengintropeksi diri saya kenapa bias kalah denga orang tersebut.

Cara menutupi hal negative dengan hal positif yang ada dalam diri saya.
Saya menutupi sifat saya yang terlalu santai dengan cara mengatur waktu secara tepat dan tidak boleh melanggar nya. Dengan begini saya dapat santai dan pekerjaan saya akan selesai tepat waktu mespikun akan mepet selesai nya.
Cukup sulit bagi saya untuk peduli dengan yang ada di lingkungan saya. Namun saya biasa nya akan tetap memperhatikan apapun yang ada disekitar saya.
Rasa malas yang ada di dalam diri saya cukup besar. Hal tersebut saya tutupi dengan cara sama seperti saya menutupi sifat terlalu santai. Dengan mengatur waktu dengan baik, saya mampu menyelesaikan perkerjaan dengan baik meskipun tidak cepat.
Sifat arogan yang saya miliki saya tutupi dengan cara saya bergaul dan memperbanyak teman. Dengan bantuan cara bicara dan pola piker saya yang mampu berubah di dalam setiap situasi, memudahkan saya untuk bergaul dengan teman-teman.
Sifat tidak menyukai kekalahan yangada di diri saya sepertinya tidak harus ditutupi. Karena bagi saya, tidak menyukai kekalahan itu baik untuk saya sendiri.

Itu adalah sifat-sifat positif dan negative yang ada dalam diri saya dan cara menutupi negateif saya dengan kelebihan saya.
Terima Kasih Telah Membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KORUPSI,, AKAR YANG BERAKAR

_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____ Postingan ini saya buat dengan pendapat saya sendiri, dengan menambahkan sedikit fakta-fakta dari sumber yang meyakinkan. _____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____-----_____      Bisa kita lihat sekarang ini banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum masyarakat ataupun yang sangat disorot adalah oknum pemerintah. Ya tidak salah lagi pelanggaran itu adalah tindakan melakukan KORUPSI .      Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Namun di Indonesia kebanyakan yang terlihat adalah korupsi yang berkaitan dengan uang.      Korupsi yang t...

Tulisan 2 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Perubahan Budaya = Penggabungan Budaya???             Sekarang ini bukan lah zaman tradisional lagi, melainkan zaman modern. Yang memudahkan budaya-budaya dari luar masuk tanpa kita sadari. Era ini disebut dengan era globalisasi. Tanpa kita sadari, budaya-budaya luar tersebut sudah merambah dalam pola pikir kita sekarang ini. Sebagai contoh, kita sebagai bangsa Indonesia berlandaskan Pancasila yang menekankan gotong rorong dan bermusyawarah. Namun, sekarang ini kita jarang sekali melihat warga yang bekerja secara gotong royong, mereka menjadi individualis dengan pekerjaan dan kesibukan mereka masing-masing. Dan sekarang pun bila ada masalah yang dihadapi, penyelesaiannya bukan bermusyawarah dengan mengambil jalan tengah, melainkan secara voting suara terbanyak. Itu sedikit pembuktian bahwa budaya-budaya luar telah masuk ke dalam pikiran kita.            Perubahan-perubahan budaya yang terjadi sekarang ini mungkinkah...

Tulisan 5 IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Budaya Politik   Budaya politik   merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya . Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. Secara umum budaya politik terbagi atas tiga : 1.    Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh, dan pasif) 2.    Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi) 3.    Budaya politik partisipatif (aktif) BUDAYA POLITIK PAROKIAL Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di kata kan Parokial apabila frekuensi o...