MENGUTIP ARTIKEL ATAU BERITA
DAN MENGOMENTARINYA
ARTIKEL
Rupiah Terus Melemah, Jokowi
Minta Tetap Tenang
Sejak satu
minggu, nilai tukar Rupiah terus melemah dan berkisar pada 13.000 per satu
dolar AS. Inilah titik terendah selama hampir 17 tahun. Presiden Jokowi minta
masyarakat tetap tenang.
Perusahaan
jasa keuangan UBS memprediksi nilai rupiah akan terus melemah dan mencapai
sekiar 13.250 per satu dolar AS pada akhir tahun ini. "Kami prediksi
rupiah akan berada di level 13.250 per dolar AS pada akhir 2015", kata
Joshua Tanja, direktur riset UBS Indonesia dalam sebuah acara di Jakarta,
Selasa (10/03). "Kemungkinan Bank Indonesia juga akan memangkas suku bunga
hingga 7 persen akhir tahun ini," lanjutnya.
Direktur
Investasi UBS Agung Prabowo memperkirakan, lemahnya nilai tukar Rupiah tidak
akan menggangu investasi, jika pemerintahan Jokowi tetap melanjutkan program
pembangunan infrastrukturnya. "Kita sejak tahun 1995 mengalami dua kali
krisis yaitu di tahun 1998 dan 2009, tapi masih tetap bertahan. Artinya, di
sini ada landasan hukum yang kita percaya, walaupun memang banyak yang harus
dibenahi," ujarnya.
Investor
masih melirik Indonesia
Menurut
Joshua Tanja, para investor global tetap masih tertarik melakukan investasi di
Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya investor asing yang masih giat di pasar
modal, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus rekor
tertinggi.
Para ahli
keuangan UBS menerangkan, kemudahan izin investasi di dalam negeri akan menjadi
sentimen positif bagi investor sehingga mau menanamkan modalnya di dalam
negeri. Joshua Tanja mengakui, kisruh politik memang menjadi perhatian para
investor juga. "Itu tetap menjadi perhatian investor, mereka banyak yang
bertanya, tapi bisa kita lihat, minat investor di pasar saham, IHSG tembus level
tertinggi," katanya.
Tak separah
krismon 1998
Pemerintahan
Presiden Jokowi menilai, melemahnya nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir
masih terkendali. Pemerintah juga sudah punya resep menghadapi semuanya.
Menteri
Keuangan Bambang Brodjonegoro menerangkan, penyebab pelemahan nilai tukar
rupiah adalah defisit transaksi berjalan. Itu sebabnya, pemerintah akan
memutuskan paket kebijakan untuk memperbaiki defisit anggaran.
Langkah yang
akan diambil antara lain pengenaan bea masuk baru untuk produk-produk impor
yang terindikasi mengalami dumping, yaitu bantuan khusus dari pemerintahnya
agar produk bisa bersaing di pasaran. Produk mana saja yang menerima dumping,
akan diinvestigasi oleh tim khusus.
Langkah
lainnya adalah memberi insentif bagi perusahaan Indonesia berupa keringanan
pajak, jika minimal 30 persennya produknya ditujukan untuk pasar ekspor.
Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja ekspor dan mempengaruhi neraca
perdagangan serta transaksi berjalan ke arah yang positif.
Presiden
Jokowi hari Senin menyatakan, meski nilai tukar rupiah melemah, ekonomi
Indonesia ada dalam posisi yang baik. Apalagi, penguatan dolar kali ini tidak
sehebat lonjakan-lonjakan pada masa krisis moneter 1998.
Sumber:
http://www.dw.de/rupiah-terus-melemah-jokowi-minta-tetap-tenang/a-18305507
KOMENTAR DAN PENDAPAT
Dari artikel di atas yang saya
ambil, dapat diketahui ditahun ini mata uang Rupiah semakin melemah saja.
Memang sudah sudah diprediksi mata uang Rupiah akan melemah di tahun 2015 ini.
Ada beberapa factor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya dari faktor
global, ada kekhawatiran bank sentral AS The Federal Reserves/The Fed akan
segera menaikkan suku bunga. Banyak investor asing yang bersiap untuk keluar
dari pasar Indonesia.
Tanggal
|
Kurs Jual
|
Kurs Beli
|
Kurs Tengah
|
16 Mar
2015, Mon
|
13,390.00
|
13,090.00
|
13,240.00
|
13 Mar
2015, Fri
|
13,340.00
|
13,040.00
|
13,190.00
|
12 Mar
2015, Thu
|
13,335.00
|
13,035.00
|
13,185.00
|
11 Mar
2015, Wed
|
13,350.00
|
13,050.00
|
13,200.00
|
10 Mar
2015, Tue
|
13,210.00
|
12,910.00
|
13,060.00
|
9 Mar
2015, Mon
|
13,200.00
|
12,900.00
|
13,050.00
|
6 Mar
2015, Fri
|
13,115.00
|
12,815.00
|
12,965.00
|
5 Mar
2015, Thu
|
13,140.00
|
12,840.00
|
12,990.00
|
Sumber:
http://www.seputarforex.com/data/kurs_dollar_rupiah/grafik.php?ec=USD
Namun diartikel tersebut menulis, bahwa
investor masih melirik pasar Indonesia dan berinverstasi yang menyebabkan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai point tertinggi.
Seharusnya pemerintah waspada akan
melemahnya mata uang Rupiah. Dalam pertengahan kuartal pertama 2015 saja,
Rupiah sudah mencapai angka 13.200. Ini masih mungkin terus melemah hingga
ankhir tahun 2015. Memang para pengamat memprediksi diakhir tahun mata uang Rupiah
kemungkinan akan mencapai angka 13.500, tapi bukan berarti pemerintah
menganggap ini masih normal atau masih dapat terkendali.
Pemerintah tidak bias menyamakan
penurunan mata uang Rupiah saat ini dengan saat krisis moneter di tahun 1998.
Kondisi dan situasi saat krisis 1998 jauh berbeda dengan sekarang. Ditahun 2015
ini, perekonomian lebih baik dibanding edngan tahun 1998 yang memungkinkan mata
uang Rupiah stabil. Semakin cepat masalah melemahnya Rupiah teratasi, maka akan
semakin baik pula perekoniman yang ada di Indonesia karena sebagian besar
barang yang ada di Indonesia adalah hasil impor dari Negara-negara luar yang
perekonomiannya cukup stabil.
--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--__--___-__--__--__--__--
Sumber:
http://www.dw.de/rupiah-terus-melemah-jokowi-minta-tetap-tenang/a-18305507
http://www.seputarforex.com/data/kurs_dollar_rupiah/grafik.php?ec=USD
http://finance.detik.com/read/2014/09/25/193025/2701527/6/apa-penyebab-rupiah-terus-melemah
Komentar
Posting Komentar